Mahasiswa UMK Sabet Medali Perak di Indonesia International Invention Festival

Mahasiswa FKIP UMK (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus) berhasil meraih Medali Perak pada ajang bergengsi Indonesia International Invention Festival (I3F) tahun 2019 di Machung University Malang, Jawa Timur.

Acara ini berlangsung mulai 22 – 25 April 2019, dengan beragam agenda menarik seperti Pameran Display dan Judging, Presentasi Lisan, Amazing Race, Penampilan Budaya dan Malam Penganugerahan Penghargaan. Acara ini tidak hanya diikuti peserta dari Indonesia, tetapi juga negara lain seperti Afrika Selatan, Taiwan, Malaysia dan Romania.

Nailatul Izzah dan Fitri Rachmawati berhasil mewakili Universitas Muria Kudus dalam I3F, dengan judul karya “MODIV (Monopoli Edukatif) As A Development Of Character Education Media With Local Wisdom-Oriented In The Disruption Technology Era”.

Ide pembuatan media tersebut muncul didasarkan atas keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak Indonesia yang saat ini banyak yang terindikasi melakukan tindakan intoleransi, ujaran kebencian dan menyebarkan HOAX.

Dari situlah muncul ide bagaimana membuat sebuah media untuk meminimalisir agar anak-anak tidak melakukan tindakan negatif. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal didaerahnya masing-masing.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMK, Rochmad Winarso, S.T., M.T. mengapresiasi kepada mahasiswa yang berhasil meraih medali perak di ajang I3F 2019. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kita sivitas UMK, semoga dapat memberikan motivasi dan menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan menorehkan prestasi di tingkat Internasional.

“Selaku pimpinan, kami mengapresiasi prestasi ini dan terus berkomitmen untuk mendorong mahasiswa mengikuti ajang-ajang kompetisi seperti ini, sehingga dapat menumbuhkembangkan kreatifitas dan inovasi mahasiswa,” ujarnya.

Sebagai tim yang mewakili UMK, Nailatul Izzah menuturkan kompetisi ini sangat ketat dalam penjuriannya dengan metode judging booth dan oral presentation. Menjadi tantangan bagi kami untuk dapat mempertahankan hasil karya kami.

Event seperti ini sangat bagus diikuti, karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menggali potensi, mengembangkan ide dan kreatifitas.

“Terus Belajar dan jangan selalu berada di zona nyaman kampus, jika ingin berhasil maka harus memiliki optimisme tinggi dan jangan pernah takut dengan kegagalan”. Pesannya kepada mahasiswa lainnya.