Bantu Korban Banjir, UKM Menwa UMK Kirim Personil dan Galang Donasi

https://kemahasiswaan.umk.ac.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-05-at-09.01.50-720x380.jpeg

KEMAHASISWAAN UMK – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Muria Kudus (UMK) mengerahkan personil untuk bergabung dalam tim relawan penanggulangan bencana banjir di Kudus. Sudah enam hari relawan Menwa bergabung dalam tanggap bencana tersebut.

Komandan Batalyon Menwa Joko Firmansyah mengatakan, saat terjadi bencana banjir yang ada di Kudus, pihaknya langsung melakukan pengiriman personil untuk menjadi relawan. ”Kami koordinasi dengan relawan lain saat tanggap bencana, agar terkoordinasi baik,” katanya kemarin.

Pihaknya mulai mengirim personil untuk menjadi relawan tanggap bencana mulai Minggu, 31 Januari 2021 hingga saat ini. Pihaknya akan menarik personil ketika memang kondisi banjir sudah mereda.

Dalam pelaksanaannya, ada sekitar 22 personil yang dikirimkan untuk membantu warga yang terdampak banjir. Pihaknya membagi personil yang dikirim dalam dua shif, pagi sampai sore ada sekitar 10 hingga 15 personil dan untuk malam hari ada tujuh personil.

Untuk personil laki-laki, difokuskan dalam pengiriman logistik dan lainnya yang ada di lapangan. Sementara untuk perempuan difokuskan di dapur umum. ”Namun kadang laki-laki juga di dapur umum, tergantung kondisi di lapangan seperti apa,” terangnya.

Selain mengirimkan personil, pihaknya juga membantu dalam pemberian logistik, selain itu saat ini pihaknya juga tengah mengumpulkan donasi. Nantinya donasi akan diberikan ke warga terdampak bencana di Kudus.

Apalagi saat ini, sekitar 10 desa di tiga kecamatan terkena dampak banjir, banyak yang mengungsi karena rumahnya tergenang air hingga satu meter. ”Penggalangan dana sudah kami siapkan, ketika selesai langsung kami serahkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pembina UKM Menwa UMK Drs Hendy Hendro Hady Srijono, M.Si mengatakan, kegiatan tersebut memang sebagai salah satu kegiatan yang positif. Pihaknya mendukung penuh, apalagi sifatnya sosial, banyak yang membutuhkan bantuan, baik berupa tenaga, uang maupun logistik.

Dirinya berharap, semua personil dalam menjalankan tugas juga harus menjaga Kesehatan. Apalagi saat ini masih ada pandemi, sehingga kewaspadaan juga harus ditingkatkan dengan menjalankan protocol Kesehatan.(Tim Kemahasiswaan)

Idha Rachmawati Raih Juara Mapres UMK 2021

KEMAHASISWAAN – Universitas Muria Kudus (UMK) melaksanakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mapres). Dari semua pendaftar, terdapat sepuluh mahasiswa dengan idenya lolos di grand final. Sepuluh orang tersebut mempresentasikan ide yang dimiliki di depan tiga juri dari UMK.

Dalam grand final tersebut, akhirnya yang terpilih sebagai juara 1 Mapres UMK adalah Idha Rachmawati dari Prodi Akuntansi dengan karya berjudul ‘Rancang Bangun Aplikasi E-Commerce Ide (Influencer, Design, Events) Sebagai Solusi  Untuk Mendorong Keberlangsungan UMKM Ditengah Pandemi Dan Era Revolusi Industri 4.0’.

Untuk peringkat II Mapres UMK diraih oleh Fatimatul Zahro dengan karya berjudul ‘BEN-ISO : Aplikasi Belajar Cerdas Berbasis Android Untuk Mencerdaskan Bangsa Di Masa Pandemi Menuju SDGs 2030 Di Indonesia’.

Sedangkan untuk peringkat III diraih oleh Aldi Dwi Kurniawan dengan karya berjudul ‘Sistem Monitoring Hama Burung Pada Sawah Guna Memaksimalkan Hasil Panen Dan Mewujudkan SDGs 2030 Di Indonesia’.

Untuk finalis lainnya, ide yang muncul tak kalah menarik, seperti Dwi Damayanti dengan ide berjudul ‘Polinotika (Monopoli Etnomatematika): Media Pembelajaran Etnomatematika Berbasis Augmented Reality Bagi Siswa Tunarungu Di Masa Pandemi Covid-19’.

Lalu ada Ilham Fajar Rizki dengan karya berjudul ‘EDU FARM : Aplikasi Education Learning Informatif Berbasis Android Untuk Petani Indonesia’. Selain itu ada Mahavirdha Tri Mulawati dengan karya berjudul ‘Home Learning Economy (HOLE) untuk Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi yang Mendorong SDGs 2030’.

Ada juga Noviana Auliana Putri dengan ide berjudul ‘Aplikasi Kamar Unyil Bermuatan Budaya Kudus Sebagai Media Pembelajaran Bipa Level Dasar’. Selanjutnya ada Nurul Fitriana dengan ide berjudul ‘Diversifikasi Pengembangan UMKM Minuman Madu Dan Penjualan Melalui E-Commerce’.

Finalis lain yakni Raveena Yasmine Faherma yang memiliki karya berjudul ‘Cultural Proportion Math  Proportion Learning With  a Cultural Approach’. Terkakhir ada Tri Setiyana dengan karya berjudul ‘Media Edukasi “Game Panjol” Sebagai Inovasi Pembelajaran Di Era Pandemi Covid-19 Bagi Siswa’.

Sebagai apresiasi, sepuluh finalis tersebut akan dikirim ke lomba internasional. Sedangkan untuk tiga besar mendapatkan sejumlah uang dan juga piala. Kegiatan pemilihan Mapres dilakukan setiap tahun.