Tingkatkan Minat Wirausaha UMK Menyelenggaran Pelatihan KBMI

Tingkatkan minat wirausaha Universitas Muria Kudus menyelenggaran kegiatan Pelatihan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) bagi dosen dan mahasiswa pada Selasa (20/3/2019) di Ruang Seminar Gedung Rektorat Lantai 4

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dosen dan mahasiswa dalam penulisan proposal KBMI

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Rochmad Winarso menyampaikan bahwa mahasiswa harus meningkatkan kualitas proposal bisnis yang akan diajukan ke DIKTI

“Setiap tahun persaingan KBMI semakin meningkat, ini terbukti pada tahun 2017 ada 3 tim UMK yang proposalnya didanai sedangkan tahun 2018 ada 1 tim UMK yang proposalnya didanai. Maka dari itu proposal Bisnis yang diajukan harus benar2 berkualitas baik dari segi Kreativitasnya maupun Inovasinya”. Ujarnya

Dalam pelatihan tersebut, beberapa mahasiswa dan dosen berinteraksi langsung dengan pemateri selama acara.
Diskusi mengalir dari pertanyaan-pertanyaaan yang disampaikan hingga akhir pelatihan

Bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan template proposal KBMI dapat mendownload melalui laman : kemahasiswaan.umk.ac.id

KMK Wakili UMK Dalam Lokakarya Pengelola Organisasi Mahasiswa Di Jawa Tengah

Pada tanggal 5-6 Maret 2019 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jawa tengah mengadakan Kegiatan Lokakarya Pengelola Organisasi Mahasiswa Bagi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKMK) Perguruan Tinggi Di Jawa Tengah.

Bertempat di Hotel Wahid Salatiga, Perwakilan dari Universitas Muria Kudus yang menghadiri acara tersebut adalah Unit Kegiatan Mahasiswa Komunitas Mahasiswa Kreatif (UKM KMK).

Tujuan penyelenggaraan Lokakarya Pengelolaan Organisasi Mahasiswa Perguruan Tinggi adalah untuk memperkenalkan Tata kelola Organisasi sebuah Perguruan Tinggi khususnya di tingkat Universitas, dan menyampaikan hal-hal terkait aturan-aturan yang ada didalamnya.

Adapun pembicara pada Lokakarya ini adalah beberapa Pejabat dari Direktorat Jendral pembelajaran dan kemahasiswaan KEMENRISTEKDIKTI dan Pejabat dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jawa Tengah salah satunya Prof. Dr Dwi Yuwono Puji Sugiharto M.Pd., Kons. Atau yang lebih akrab dipanggil Prof. DYP.

Dalam materinya Prof. DYP berpesan kepada mahasiswa untuk bersiap menghadapi Revolusi Industri 4.0.

“Jangan hanya mengandalkan IPK dan gelar saja untuk meraih sebuah kesuksesan, karena masa depan mahasiswa tidak ditentukan oleh IPK dan Gelar.  Salah satu kunci sukses untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 adalah dengan menyiapkan Data Literacy, Technology Literacy dan Human Literacy.” paparnya

Saat lokakarya, selain informasi-informasi yang diberikan oleh pembicara, dilakukan juga sharing dan tanya jawab dengan para pembicara pada acara tersebut. Lokakarya dihadiri oleh lima puluh perwakilan Organisasi mahasiswa dari Perguruan Tinggi Swasta di Jawa tengah

Nailatul Izzah Terpilih Sebagai Juara 1 Mahasiswa Breprestasi UMK Tahun 2019

Sebanyak 10 mahasiswa terbaik dari masing-masing Fakultas mengikuti Grand Final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (MAPRES) tingkat Universitas, Jum’at (22/02). Kesepuluh mahasiswa tersebut merupakan para mahasiswa berprestasi yang telah diseleksi di tahapan pendaftaran seleksi administrasi, pelacakan prestasi dan organisasi serta wawancara Bahasa Inggris

Adapun nama ke 10 Finalis Mahasiswa Berprestasi Universitas Muria Kudus adalah :

  1. Nailatul Izzah  (PGSD/201633085)
  2. Amalia Murbawanti  (Pendidikan Bahasa Inggris/201632026)
  3. Hilmatul Lailin Nisfah  (Akuntansi/201712094)
  4. Brian Priyangga  (PGSD/201633174)
  5. Fitri Rachmawati  (Pendidikan Matematika/201735024)
  6. Uzlifatul Baehaqi  (PGSD/201633090)
  7. Erna Mutiasari  (Agroteknologi/ 201641026)
  8. Lailatul Arofah  (Teknik Informatika/201851006)
  9. Nanda Eria Mellyana   (Ilmu Hukum/201820072)
  10. Puji Nurmawati  (Teknik Informatika/201751146)

Wakil Rektor  Bidang Kemahasiswaan, Rochmad Winarso, M.T dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga kepada para mahasiswa yang telah ikut berkompetisi dalam Pilmapres, hingga akhirnya bisa sampai di grand final ini.

Pilmapres ini sangat penting, karena mahasiswa yang keluar (terpilih) sebagai mahasiswa berprestasi ini, akan mewakili UMK dalam Pilmapres tahap selanjutnya di tingkat Rayon dan LLDIKTI Wilayah VI.

‘’Tahun ini seleksi Pilmapres komponen penilaiannya sudah disamakan dengan pedoman dari DIKTI, jadi saya berharap wakil dari UMK nantinya dapat bersaing di Pilmapres  tingkat Rayon, LLDIKTI Wilayah VI maupun nasional dan bisa membawa hasil (prestasi) yang memuaskan.’’ paparnya.

Dalam babak 10 besar, para finalis diberi waktu 10 menit untuk presentasi dan 10 menit untuk sesi tanya jawab dengan juri

Adapun penilaian dilakukan terhadap empat komponen yakni Indeks Prestasi Kumulatif, Karya Tulis Ilmiah, Capaian Prestasi dan Kepribadian, serta Kemampuan Bahasa Asing.

Bertindak sebagai juri pada kegiatan ini adalah sejumlah dosen dari berbagai Fakultas yang ada di Universitas Muria Kudus seperti :

1. Juri Karya Tulis : Ir. Masruki Kabib, M.T
2 Juri Kepribadian : Fajar Kawuryan, M.Si
3. Juri Wawasan : Rusiana, M.Pd

Setelah melalui proses yang panjang dan menegangkan, akhirnya dewan juri menetapkan Nailatul Izzah (PGSD) sebagai Juara I Mahasiswa Berprestasi Universitas Muria Kudus Tahun 2019, disusul dengan Brian Priyangga (PGSD) sebagai Juara II, dan ditempat ketiga diraih oleh Amalia Murbawanti (PBI) sebagai Juara III.

Nailatul Izzah tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah dinobatkan sebagai Juara I Mahasiswa Berprestasi Universitas Muria Kudus Tahun 2019.

Mahasiswa yang akrab disapa Naila ini mengungkapkan persaingan Mapres tahun ini sangat ketat dibanding tahun sebelumnya. “Persaingannya sangat ketat sehingga saya tadinya tidak bisa menebak siapa yang akan menjadi pemenang Mapres tahun ini. Saya juga tidak menyangka kalau saya akan menang dan terpilih sebagai Juara I Mapres tahun ini,” ujarnya.

Dalam kesahariannya Nailatul Izzah aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kampus, salah satu diantaranya adalah menjadi ketua UKM Komunitas Mahasiswa Kreatif  dan Pernah mengikuti pertukaran mahasiswa internasional.

UKM Broadcasting Gelar Muria Broadcast Festival Tahun 2019

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Broadcasting Universitas Muria Kudus menggelar Muria Broadcast Festival pada Sabtu (15/2) di Gedung Auditorium UMK.

Ajang tersebut nantinya akan menjadi agenda rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh UKM Broadcasting.

Pembina UKM Broadcasting, Fajar Nugraha menyebutkan acara ini merupakan cikal bakal akan diselenggarakannya  Muria Broadcast Festival setiap tahun sekali sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan public speaking.

“Industri media sangat berkembang dengan cepat, yang tentunya harus diimbangi dengan broadcaster yang handal. Salah satu sarat yang harus dimiliki oleh broadcaster adalah kemampuan public speaking yang baik. Jika sudah menjadi broadcaster maka yang paling utama harus disebarluaskan kepada masyarakat adalah berita yang baik dan menghindari berita hoax,” ujarnya saat membuka acara.

Selama acara berlangsung ada berbagai kegiatan yang digelar dalam Muria Broadcast Festival. Salah satunya adalah penyampaian materi oleh MC terkenal dari Semarang, Obin Robin.

Bukan hanya memberikan materi seputar dunia broadcasting, Obin  juga secara langsung berinteraksi dengan mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, beberapa mahasiswa juga mendapat kesempatan bertanya.

“Public speaking itu seperti melawan rasa takut, ketakutan akan terjadi dikarenakan kurangnya penguasaan materi yang akan disampaikan,” ujarnya.

Selain acara tersebut, Muria Broadcast Festival juga dimeriahkan oleh Shafira Uum selaku presenter dari NET TV.

Dalam acara Muria Broadcast Festival juga dilaksanakan News Presenter Competition yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah.

Calon Mahasiswa Berprestasi UMK Antusias Mengikuti Psikotes

Sebanyak sembilan belas calon Mahasiswa Berprestasi (MAPRES) perwakilan tiap program studi pada Jumat (15/2) mengikuti psikotes tes di Ruang VIP gedung rektorat.

Maksud dan tujuan diadakannya Psikotes ini adalah untuk mengetahui karakter, kepribadian, dan emosional calon Mahasiswa Berprestasi UMK.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Rochmad Winarso menyampaikan bahwa kriteria penilaian Mahasiswa Berprestasi ada perbedaan dibanding tahun lalu.

“Untuk tahun ini kriteria penilaian ada sedikit perbedaan dibanding tahun lalu, diantaranya adalah dilaksanakannya psikotes untuk mengetahui kepribadian mahasiswa, sedangkan dalam penilaian Prestasi atau Kemampuan yang Unggul dan Membanggakan harus didukung dengan bukti yang valid. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas Mahasiswa Berprestasi UMK sehingga nantinya dapat bersaing di tingkat LLDIKTI Wilayah VI,” ungkapnya.

Hasil dari psikotes ini nantinya akan digabungkan dengan hasil penilaian karya tulis mahasiswa, hasil penilaian capaian prestasi atau kemampuan yang diunggulkan serta hasil penilaian video Bahasa asing untuk menentukan sepuluh mahasiswa terbaik yang nantinya akan masuk Grand Final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UMK tahun 2019.

Rektor UMK Lepas 11 Mahasiswa Peserta Magang Bersertifikat BUMN

Rektor UMK Dr. Suparnyo, M.S, didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Rochmad Winarso, M.T, melepas secara simbolis sebelas mahasiswa peserta program magang mahasiswa bersertifikat (PMMB) BUMN

Ketua Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) Farid N Romadhon, M.Pd mengatakan, program magang bersertifikat ini merupakan program khusus, karena berlabel BUMN. Program magang ini juga adalah yang pertama kalinya dilakukan UMK bekerja sama dengan BUMN dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI).

“UMK adalah kampus pilihan, dibutuhkan usaha yang lebih supaya UMK dapat mendapatkan kesempatan magang tersebut,” katanya saat pelepasan mahasiswa magang di ruang VIP Gedung Rektorat, Rabu (30/01/2019).

Sementara itu Rektor UMK berpesan, agar seluruh peserta dapat menjaga nama baik almamater UMK di BUMN mana pun nantinya akan ditempatkan, serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya.

“Tolong jaga nama baik almamater UMK, karena tidak banyak institusi yang dipercaya mendapatkan program ini oleh BUMN,”  jelasnya.

Dirinya juga mengingatkan untuk bekerja secara profesional dan memiliki komitmen tinggi. Mahasiswa harus mampu menyesuaikan diri dengan kultur perusahaan nantinya, karena pasti akan menajdi pengalaman baru bagi mahasiswa.

Dikesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMK menyampaikan selamat kepada para mahasiswa yang terpilih mengikuti program ini. “Secara tidak langsung ananda sekalian akan menjadi duta UMK, karena merupakan representatif yang akan menggambarkan bagaimana UMK itu sendiri,” tuturnya.

“Ada dua belas poin yang perlu dipersiapkan dalam magang bersertifikat ini, diantaranya adalah fisik, mental, kenali potensi diri, tekad, tanggung jawab, berpenampilan professional, berperilaku baik, kenali lingkungan, komitmen dan disipilin, tetap harus belajar serta nikmatilah tugas baru yang akan diterima nantinya,” imbuhnya.