Idha Rachmawati Raih Juara Mapres UMK 2021

KEMAHASISWAAN – Universitas Muria Kudus (UMK) melaksanakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mapres). Dari semua pendaftar, terdapat sepuluh mahasiswa dengan idenya lolos di grand final. Sepuluh orang tersebut mempresentasikan ide yang dimiliki di depan tiga juri dari UMK.

Dalam grand final tersebut, akhirnya yang terpilih sebagai juara 1 Mapres UMK adalah Idha Rachmawati dari Prodi Akuntansi dengan karya berjudul ‘Rancang Bangun Aplikasi E-Commerce Ide (Influencer, Design, Events) Sebagai Solusi  Untuk Mendorong Keberlangsungan UMKM Ditengah Pandemi Dan Era Revolusi Industri 4.0’.

Untuk peringkat II Mapres UMK diraih oleh Fatimatul Zahro dengan karya berjudul ‘BEN-ISO : Aplikasi Belajar Cerdas Berbasis Android Untuk Mencerdaskan Bangsa Di Masa Pandemi Menuju SDGs 2030 Di Indonesia’.

Sedangkan untuk peringkat III diraih oleh Aldi Dwi Kurniawan dengan karya berjudul ‘Sistem Monitoring Hama Burung Pada Sawah Guna Memaksimalkan Hasil Panen Dan Mewujudkan SDGs 2030 Di Indonesia’.

Untuk finalis lainnya, ide yang muncul tak kalah menarik, seperti Dwi Damayanti dengan ide berjudul ‘Polinotika (Monopoli Etnomatematika): Media Pembelajaran Etnomatematika Berbasis Augmented Reality Bagi Siswa Tunarungu Di Masa Pandemi Covid-19’.

Lalu ada Ilham Fajar Rizki dengan karya berjudul ‘EDU FARM : Aplikasi Education Learning Informatif Berbasis Android Untuk Petani Indonesia’. Selain itu ada Mahavirdha Tri Mulawati dengan karya berjudul ‘Home Learning Economy (HOLE) untuk Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi yang Mendorong SDGs 2030’.

Ada juga Noviana Auliana Putri dengan ide berjudul ‘Aplikasi Kamar Unyil Bermuatan Budaya Kudus Sebagai Media Pembelajaran Bipa Level Dasar’. Selanjutnya ada Nurul Fitriana dengan ide berjudul ‘Diversifikasi Pengembangan UMKM Minuman Madu Dan Penjualan Melalui E-Commerce’.

Finalis lain yakni Raveena Yasmine Faherma yang memiliki karya berjudul ‘Cultural Proportion Math  Proportion Learning With  a Cultural Approach’. Terkakhir ada Tri Setiyana dengan karya berjudul ‘Media Edukasi “Game Panjol” Sebagai Inovasi Pembelajaran Di Era Pandemi Covid-19 Bagi Siswa’.

Sebagai apresiasi, sepuluh finalis tersebut akan dikirim ke lomba internasional. Sedangkan untuk tiga besar mendapatkan sejumlah uang dan juga piala. Kegiatan pemilihan Mapres dilakukan setiap tahun.